1644590

Meringis, cekikikan, senyum-senyum, manggut-manggut, mengernyit….

Sumpah, setelah baca buku ini seakan mataku jadi membelalak lebar. Ohh ternyata.. ohhh begitu tohh… ohhh pantesan.. beberapa kali kata-kata itu muncul setip kali paragraf demi paragraf kulalui. Cerita-cerita seru seorang backpacker yang melanglang dunia, modal nekat, modal keberanian, modal kecerdasan, dan modal tabungan.

Dari sini aku baru tahu bahwa pramugari pesawat yng kelasnya sangat ekonomi selalu hanya memandang sebelah mata penumpang Indonesia. Karena apa? Karena mereka terbiasa meladeni para TKI-TKI yang naik pesawat seolah naik angkot di desa. Bau minyak angin dimana-mana, tempat duduk yang tidak mau dipisah dengan temannya padahal salah nomor kursi, rumpi sana-sini, tidak mau memasang seat belt atau menegakkan sandaran ketika pesawat akan landing,  pasang volume headset kenceng-kenceng, dan sebagena dan sebagenya.. *hmmm.. segitu parahkah?*

Dari cerita ini, baru tau juga kalo dokter di luar sana kalo memeriksa pasien cukup menempelkan stetoskop pada punggung si pasien dan itupun tanpa membuka baju. nah loh, kenapa semua doktor di Indonesia selalu menempelkan stetoskopnya pada dada pasien dan itupun harus dengan membuka kancing baju?? %$@&???!

Baru tau juga kalo asap rokok merk-merk buatan Indonesia selalu khas jika dinyalakan di luar sana, dan setiap orang selalu menyangkanya kita sedang menghirup ganja..

Dan banyaaaak banget hal-hal baru yang cukup membuka wawasan setelah baca buku ini. Pengemasan cerita yang segar, berasa baca buku harian cewek yang aktif, dengan bahasa ringan dan kocak….

Belom baca bukunya? Rugiiiiiiiiii……