Novel ketiga karya tulis Andrea Hirata yang bener-bener memukau. Sebuah keoptimisan yang membuat mimpi menjadi nyata. Dengan bekal beasiswa, Arai dan Ikal mampu menjelajah negeri orang. Sorbonne, Perancis ! Ikal yang sempat tersentuh hatinya dengan aliran chemistry wanita secantik Katya. Namun tidak sanggup membohongi hatinya sendiri bahwa ia masih mengharapkan wanita dengan jemari lentik tragedi kapur di toko sinar harapan.

Dengan modal kostum putri duyung, body painting, serta mematung 1 jam demi euro, mampu mereka lakukan supaya keinginan menjelajah eropa sampai ke afrika bisa terlaksana. Sempat kerampokan, sempat menjual celana kordore untuk bertahan hidup disaat pekerjaan mematungnya sepi dari saweran. Semua itu mereka lakukan hanya untuk mencari A Ling hasil dari search engine internet. Huhuhu, masih ingat saja pada saat membacanya ujung bibirku tertarik ke atas, senyum-senyum sendiri ketika Ikal salah orang, Njoo Xian Ling yang dia maksud ternyata nenek-nenek tua yang baru saja meninggal, lalu Njoo Xian Ling berikutnya adalah nama sebotol minuman penambah kekuatan pria di rumah bordil, haha.. misinya gagal total.

Arai yang begitu menyayangi Ikal, Ikal yang begitu menghargai Arai. Kasih tak sampainya Arai terhadap Zakiah Nurmala, kisah cinta sejatinya Ikal terhadap Njoo Xian Ling. Begitu detail penggambaran cerita yang Andrea lukiskan dalam tatanan bahasa yang apik sampai akhirnya Ikal menemukan Edensor tanpa niatan untuk mencarinya ketika suatu hari istri profesornya yang di Inggris itu mengajaknya berjalan-jalan mengelilingi taman.

Penasaran ? Baca ajah novelnya… kalo ga punya duit buat beli.. ya pinjem temen aja..:p [aku aja minjem kok, hehe, besok senin ya Sa kutitipin si papa novelmu.. thanks alot !]