Serem ya denger kabar bayi² di tiongkok yang kehilangan nyawanya setelah mengkonsumsi sufor (baca:susu formula) hasil kontaminasi bahan melamin.
Duhh, gimana rasanya kehilangan buah hati darah daging kita sendiri, yang mulai dari perut udah dinanti² kehadirannya, begitu lahir disayang², lantas begitu saja kehilangan nyawanya hanya karena sufor yang dikonsumsi sehari-hari.
Yah, itulah sebagian nasib ibu² yang kecewa karena ASI nya kurang bisa memenuhi kebutuhan si bayi (termasuk aku), yang harus lari ke sufor untuk menyupply kebutuhan bayi²nya.
*semoga kejadian ini tdk terjadi di Indonesia, amiin*

Dari skandal tersebut, sepertinya bisa dijadikan lahan penghasilan bagi salah satu ibu menyusui di negara itu. Ibu berusia 32 tahun itu menawarkan untuk menyusui anak² lain dengan upah 300 yuan/harinya (konversi : Rp. 407.000,-).
Salah satu alasan kenapa dia menawarkan ASInya karena produksi ASI yang melimpah ruah, benernya dia punya bayi laki² yang berusia 3 bulan, cuman tetep ajah berlebih, bahkan tidak jarang dia harus memerahnya setiap kali untuk mengurangi rasa penuhnya payudara. (iya sih, aku juga pernah merasakan, apalagi abis makan, pasti deh tuh netes² ASInya, dan sakitnyaa bukan kepalang)

Sepengetahuanku, kalo dari segi agama nih ya, anak satu susuan bisa dikatakan sebagai saudara satu susuan, jadi jika mereka tiba² bertemu dewasa nanti, hukumnya haram kalo mereka menikah.
Masalahnya, dia menyusui lebih dari 2 bayi sekaligus, dan notabene-nya anak org lain yang sebelumnyapun belum pernah kenal. Tidak menutup kemungkinan kan, 20 atau 25 tahun lagi bayi² itu bertemu dan kemudian menikah?
Wah, ga tau lagi deh kalo menurut hukum di China sono, haram ato ngga’ yah.

Dia didukung penuh oleh suaminya loh, masang iklan penawaran ASI itu. ck ck ck.. Dia memberikan beberapa pilihan pada kliennya. Kliennya bisa tinggal bersamanya atau menyewa rumah di dekat rumah, supaya bayi mereka bisa mendapatkan ASI setiap saat.
Atau bisa juga anak mereka ditinggalkan bersamanya seharian. Menurut dia dan suaminya, jika kliennya meragukan kesehatan dirinya ataupun ASI-nya, dia bisa pergi bersama kliennya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Hmm, menimbulkan kontroversi ato tidak.. kembali ke niatnya ajah. Gimana menurut kamu..?