Nunggu papa manasin mobil, duduk manis dan menyilangkan kaki sambil baca-baca koran di ruang tengah, cukup nyaman kurasakan pagi itu. Begaya seperti boss besar nunggu sopirnya nyiapin mobil, hehe.. piss ya Pa !
Iseng-iseng mataku tertuju di kolom iklan jitu di Jawa Pos, baca-baca iklan penyedia jasa baby sitter (meski ga ada niat mo nyari), satu persatu kolom iklan habis kubaca, dan what..??
———————————————-
Menawarkan ginjal, golongan darah AB, Pria usia 38 tahun

butuh uang, hub. 031xxxxx
———————————————-

Miris bacanya, sampe segitunya ya, orang rela menawarkan organ tubuhnya. Aku hanya terdiam dan bergumam dalam hati, apa karena sudah tidak punya barang berharga lain yang dia punya, sehingga dengan terpuruknya permasalahan ekonomi yang dia hadapi saat ini, dia rela menjual organ tubuhnya untuk sesuap nasi kluarganya.

Selama perjalananpun, aku tetap memikirkan iklan miris itu. Jujur, baru kali ini aku mendengar sampai segitunya orang membutuhkan uang. Padahal ternyata diluar sana sudah banyak yang melakukan hal yang sama, mulai dari menjual ginjal atau kornea matanya. Yahh, selama ini aku tuli .. aku buta !

Sempat berdiskusi kecil dengan papa sepanjang perjalanan, dan udah ngga sabar aja masukin keyword ke google. Dan benar, ada lebih dari 100 hasil pencarian yang menunjukkan bahwa menawarkan ginjal utk kebutuhan hidup sudah banyak sekali, dan kasusnya kebanyakan karena terlilit hutang.
Hiks, Ya Allah..
Alhamdulillah.. aku dan kluargaku masih diberi kesempatan hidup berkecukupan, mesti semuanya tidak serba berlebihan.

Temans, bersyukurlah kalian dengan hidup yang kalian hadapi sekarang, kalo nurutin kurang cukup maupun kurang kaya, kurang puas.. smua itu ga akan ada habisnya. kalo kita sempat menoleh ke bawah, sesungguhnya masih banyak sekali orang yang jauh lebih kekurangan dibanding kita.

*kok aku jadi melow gini yaa..*