Nadia is 9 months 2 weeks and 3 days.. today.

 

Perkembangan yang begitu pesat saya rasakan akhir-akhir ini, dengan kemampuannya merangkak untuk meraih benda-benda yang agak jauh dari tempatnya duduk, merubah posisinya dari posisi tidur ke duduk dengan sendiri nya, merayap dari bawah ke tembok/kursi, mengucapkan beberapa kata-kata baru, menirukan gerak-gerak tangan orang sekeliling yang mengajaknya berinteraksi, mengikuti irama musik dan beberapa perkembangan nya yang lain.

 

Hal ini normal-normal saja terjadi di usia anak antara 9-10 bulan, seperti layaknya Nadia. Namun muncul kegelisahan saya sebagai seorang new mommy,  dengan belum tumbuhnya gigi satupun di gusi anak saya.

Tanda-tanda gusi terasa keras pada saat menggigit puting susu, sudah muncul sejak dia berusia 7 bulan. Namun, sampai saat inipun, gigi susu itu belum saya jumpai.

 

 

 

Dengan berbagai sumber yang saya dapatkan sebagai wacana, ternyata bukan saya saja yang pernah mengalami hal serupa, beberapa ibu-ibu yang lain bahkan pernah mengalami kecemasan serupa, sampai anaknya berusia 1 tahun belum juga tumbuh gigi.

 

Sebenernya bagaimana sih pertumbuhan gigi anak itu..?

Pertumbuhan gigi, sudah dimulai sejak bayi berada di kandungan, yakni sejak janin berusia 4 minggu sampai bayi lahir. Karena yang dimaksud tumbuh gigi adalah pertumbuhan dari dalam, bukan dalam arti keluar giginya. Sedangkan keluarnya gigi yang terjadi setelah kelahiran disebut erupsi gigi. Jadi tumbuh gigi dan keluarnya gigi itu berbeda artinya.

 

Keluarnya gigi susu (erupsi), umumnya diawali oleh keluarnya gigi seri tengah bawah, lalu secara berurutan gigi seri tengah atas, gigi seri lateral atas dan gigi seri lateral bawah, geraham susu pertama, gigi taring dan geraham susu kedua.

Tapi erupsinya tidak sekaligus, melainkan satu per satu dan kadang ada juga yang sepasang-sepasang.

 

Umumnya ketika anak berusia 1 tahun mempunyai 6-8 gigi susu (tapi kadang ada juga yang hanya 2 gigi walaupun tanpa disertai keluhan pertumbuhan) dan akan menjadi lengkap berjumlah 20 gigi susu (4 gigi seri atas-bawah, 2 gigi taring kanan-kiri di atas-bawah, dan 4 geraham kiri-kanan di atas-bawah) pada usia 18 bulan atau 2 tahun.

 

Normalnya, erupsi terjadi pada anak berusia 6-12 bulan. Jadi jika Nadia sampe sekarang belum juga kluar giginya, itu belum dikatakan terlambat.

Lain halnya jika anak berusia 1 tahun, namun belum juga terjadi erupsi gigi, maka perlu diketahui penyebabnya.

Kemungkinan keterlambatan tersebut, karena ada kelainan pertumbuhan gigi atau pertumbuhan gigi yang tak sempurna. Sebenarnya tidak diketahui secara pasti penyebabnya, dan ingat .. bukan dikarenakan kekurangan zat tertentu. Diduga, kelainan ini ditemui kasus yang dikarenakan perkawinan, misalnya, keturunan satu kakek.

 

Dan atau tumbuhnya gigi dipengaruhi pula oleh faktor keturunan, mungkin salah satu orang tuanya punya sifat resesif atau tidak dominan dalam hal pola tumbuh gigi yang lambat sehingga dalam satu keluarga, mungkin saja satu anak memiliki pertumbuhan gigi yang normal dan anak lainnya terlambat.

 

Nah yang ini malah ngaco lagi, biasanya kalo anak terlambat kluar giginya, bisa jadi dikarenakan, terlalu dalemnya waktu papa-nya mendem ari-arinya ke tanah pas baru lahir dulu. Gubrak..:D aya-aya waee.. *gus Dur mode on*

 

Nah.. untuk ibu-ibu yang udah mulai melihat tanda-tanda terjadinya erupsi gigi,  macam-macam reaksinya. Ada yang jadi rewel, ngeces melulu, demam, atau biasa saja. Semua tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing anak. Kalau daya tahan tubuhnya kurang atau sensitif, anak bisa demam dan rewel.

 

Yang terjadi pada saat gigi susu muncul adalah gusinya pecah dan menimbulkan rasa sakit serta tak nyaman. Selama itu, gusi akan tampak sedikit kemerahan. Belum lagi kalau kondisi mulutnya tidak bersih, bisa terinfeksi kuman sehingga demamnya berlanjut atau bertambah. Tapi jika daya tahan tubuhnya baik, kondisi mulutnya bersih, gusinya bagus, aktivitas mengunyahnya bagus, maka anak tak akan mengalami gangguan berarti ketika giginya muncul.

 

Untuk memperkecil risiko gangguan itu, sudah semestinya orang tua menjaga kebersihan mulut anak. Sehabis menyusui atau makan, bersihkan lidah dan gusinya dengan kain kasa yang dibasahi air matang agar tak ada kuman atau jamur yang tumbuh.

 

Bila anak demam dan orang tua meragukan penyebabnya adalah gigi yang akan muncul, untuk pastinya bawa ia ke dokter anak. Kalau memang masalahnya karena tumbuh gigi, biasanya dokter akan memberi obat penurun panas saja.

  

Untuk merangsang erupsi gigi juga harus diperhatikan makanan yang dikonsumsi bayi. Makanan tersebut harus mengikuti aturan dari dokter anak.

 Misalnya, kapan saja diberikan makanan cair, makanan setengah padat dan makanan padat. Pemberian makanan yang cukup sesuai aturan sebetulnya untuk memenuhi nutrisinya. Nutrisi ini berguna untuk tumbuh kembang dan merangsang pertumbuhan gigi dari dalam.

 

Pemberian vitamin untuk merangsang pertumbuhan gigi pada bayi juga bisa dilakukan sesuai anjuran dokter. Ada zat yang dapat memperkuat gigi bayi, menjaga dan mencegah kerusakan gigi, yaitu zat fluor. Zat ini bisa diberikan pada ibu hamil sampai bayi lahir hingga berusia 10 tahun.

 

Siip..

Semoga wacana ini bisa berguna juga buat ibu-ibu yang lain.. paling tidak kegelisahan saya sedikit terobati dengan adanya informasi seperti ini.

 

 Apakah anda juga mengalami hal serupa dengan saya? Share yuk…