“..hal pertama yang kubayarngkan ketika seorang perempuan dikhianati adalah marah besar, bahkan bukan tidak mungkin akan menggugat cerai suaminya. Tapi ketika pengkhianatan itu menimpa Anna, sahabatku, semua itu tak kutemukan darinya.
Sebagai perempuan mandiri dan tegar, dia memilih jalan yang bagi orang lain terasa mustahil, yaitu berusaha mencari informasi tentang perempuan selingkuhan suaminya dan menjalin persahabatan dengannya.
Inilah cara yang dia anggap paling baik untuk semua pihak. Dia kesampingkan pedih dan sakit hari yang dirasakannya. Segala yang dia inginkan hanya untuk mengembalikan suaminya ke dalam pelukannya, dan mendapatkan kehangatan keluarganya utuh kembali…”

Itulah sepenggal sinopsis novel karangan Armaya Junior yang tamat kubaca tadi pagi menjelang subuh. Novel pertama yang sempat kebaca setelah Nad lahir (hehe, setelah ada Nad ga pernah ada waktu sedikitpun untuk baca koran, apalagi novel ?). Dan novel yang benar-benar berhasil untuk menguji rasa penasaranku supaya cepat-cepat membacanya habis sampai akhir cerita.

An Affair to forget ! Wuih .. cerita apa ini?? Pasti perselingkuhan ! Dari judulnya saja bisa terbaca, namun melanjutkan kalimat berikutnya, “mencintai saja tak pernah cukup”.. hmm, memancingku untuk baca sinopsisnya. Dan whaaaat…??? Mampu menjalin persahabatan sengan selingkuhan suaminya?? WAJIB DIBACA !

Kok ada yaa.. wanita dengan hati seluas samudra seperti itu? Sifat yang awalnya mudah meledak-ledak, namun bisa melakukan hal mustahil, hal yang sangat tertata apik, pengendalian hati (baca : emosi) yang sangat bagus. Wah kalo aku jadi Anna, bener-bener dehh.. bakalan nangis bombay 24 jam ! Sakit hati yang berlebihan ! Nyumpah-nyumpahin si wanita penggoda suamiku itu ! Bakar hidup-hidup mereka berdua ! Mutilasi kalo perlu ! *haha..ketularan Ryan nih, sadis amat yah*Semalam beberapa menit sebelum tidur, aku sempetin nerusin baca novel ini, tapi papa mulai terbaca gelagatnya kalo ngga’ mau dianggurin.

 “baca apaan sih, Ma?.. serius bener.. “ (sambil berusaha ngintip cover novel yang kupegang)
“mama lagi kangen baca novel, Pa.. udah lama ga baca beginian” (pelan-pelan kutaruh kertas pembatas di halaman 178, dan kusimpan di meja sebelah tempat tidur kita)
“kayak ABG ajah baca novel..”
“wah .. ini bukan novel ABG, Pa. Tentang perselingkuhan, wajib dibaca, ceritanya menarik, Pa !”

Dari situ kami mulai berdiskusi kecil-kecilan, menyinggung beberapa teman yang sama-sama kita kenal. Alasan-alasan apa kira-kira kenapa mereka cerai, kenapa mereka poligami, kenapa mereka berselingkuh, kenapa mereka doyan jajan. Toh cerita dari novel tidak akan tersusun kalo ngga ada kejadian sebenarnya di kehidupan nyata. Meski dari akal pikiran kita menganggap cerita itu fiktif.

Sebagian pria berselingkuh, pastinya punya alasan. Alasan dasarnya pasti SEX ! Yah, apalagi kalo bukan itu ! Alasan pendukungnya banyak..

Yang pertama, kalo dari cerita buku ini (yang kutangkap), karena sang istri yang terlalu mandiri, berpenghasilan sangat cukup hampir bisa dikatakan berlebihan, banyak kegiatan, hanya punya waktu untuk dua anaknya saja, sehingga seolah-olah sudah mulai bisa hidup tanpa suami, kata kasarnya ga butuh suami. Jadi si suami ini khawatir, kalu suatu saat istrinya benar-benar akan membuangnya, kemudian dia berselingkuh saja.

Yang kedua, istri yang terlalu agresif atau sebaliknya, terlalu dingin. (maksudnya dalam hal seks? Jawbannya IYA) Kalo si istri terlalu agresif, akan membuat lelaki berpikir tentang dua hal, satu hal dia merasa dikendalikan dan tidak bisa bereksperimen, dan satu hal lagi (ini yang parah) si suami jadi berpikir, belajar dari siapa ya istriku belajar gaya ini? *Kacau*

Yang ketiga karena suami yang terlalu diurusi, terlalu diatur oleh istri sehingga suami tidak bisa mendapatkan kebebasan membuat pilihan, atau sebaliknya suami yang tidak diperdulikan (khususnya untuk istri yang selalu overtime dengan pekerjaan/kegiatannya)

Yang keempat, karena suami kurang dihormati, kurang sopan, kurang dihargai oleh istri. Misal memanggilnya dengan sebutan nama, tanpa embel-embel mas, ato abang, ato papa, ato panjenengan ato ayah, ato apalah yang lain. Dan cara bicaranya bukan lagi seperti dengan suami, melainkan seperti dengan teman sebayanya sendiri.

Wah kalo dibahas satu-persatu mah ga akan ada habisnya.. Bisa-bisa aku yang bakaln nulis novel disini.

Yeah, beginilah dunia lelaki. Urut-urutannya seringkali begini, karena tergoda penampilah fisik seorang perempuan lain, seorang suami akan mencoba berdekatan dengannya. Kemudian setelah dekat, ternyata ada beberapa kelebihan perempuan itu dibandingkan dengan istrinya. Sayangnya suami sering tidak memperhatikan kekurangan perempuan lain itu dibanding istrinya. Lalu dia mulai lebih dekat dengan perempuan lain itu hingga terjadilah hubungan seks.

Wah, pinter-pinter jaga suami deh kalo bener bgini rule-nya. Hehe, papa bukan type yang bginian kan? Ho ho ho.. kalo papa mah the best i ever had ! Seorang suami yang ciamik ! Dengannya hari-hariku selalu indah, banyak surprise, banyak cinta. Kepercayaan penuh selalu kita tanamkan, positive thinking selalu kita terapkan ! Saling menjaga, saling membina, slalu cinta kluarga !

Thanks ya heksa, minggu depan bukunya ku balikin, tadi pagi menjelang subuh mestinya dah kelar bacanya. Tapi Papa dah buru-buru mo brangkat abis sahur. Bagus kok critanya, tapi btw knapa kamu beli buku ini? Cowok mu ada indikasi ke arah situ tah? Hehe, :p

Tapi aku kurang begitu suka dengan gaya bahasanya, apa karena yg nulis cowok yah. Terlalu vulgar mendeskripsikan cerita yang ke arah sexnya, dan di akhir cerita yang mestinya bagus, gaya bahasanya kurang mendukung…😦