Coba perhatikan, berapa jam dalam sehari bayi kecil Anda terpapar siaran televisi? Satu jam? Dua jam? Atau lebih? Atau jangan-jangan TV telah menjadi ’menu wajib’ pengasuhan sehari-hari? Misalnya, memberi makan harus sambil menonton TV, kalau tidak, anak bakal mogok makan. Atau kalau menangis, dia akan terhibur dan diam setelah menonton TV.
Jika ya, Anda perlu berhati-hati. TV bisa membawa dampak negatif bagi si kecil. Di Indonesia hal ini memang tidak terlalu dipermasalahkan, karena sebagian besar masyarakat masih menganggap TV sebagai “virtual baby sitter”. Tetapi di negara-negara maju, sejumlah ahli justru menganjurkan agar bayi yang berusia kurang dari 2 tahun, tidak menonton TV sama sekali. Mengapa? Indri Savitri, Psi, Kepala Divisi Klinik dan Layanan Masyarakat Lembaga Psikologi Terapan UI, menjelaskan alasan-alasannya untuk Anda. Read the rest of this entry »
Filed under: parent & baby , 2 tahun, anak, bayi, TV

Sepertinya reality show yang tayang pada salah satu televisi swasta tiap hari sbtu & minggu ini mulai membius para pemirsa. Saya, suami saya, kluarga saya contohnya. Hampir dalam status kata “selalu” setiap kali menjelang adzan maghrib berbondong-bondong menyelesaikan kewajibannya menuju musholla ruang tengah rumah kami, dan rutinitas berikutnya adalah nongkrong duduk manis di depan TV, dan dengan konsentrasi penuh mengikuti acara itu dari awal hingga akhir.
Yah.. TERMEHEK-MEHEK !
Kupikir arti dari kata termehek-mehek itu adalah klepek-klepek karena cinta mati sama orang lain, ehh ternyata … artinya adalah menangis tersedu-sedu. Kadang berpikir, apakah relity show ini kejdian sungguhan? Atau memang kejadian sungguhan lantas supaya menjadi lebih seru, ditambahkanlah adegan-adegan yang lebih menantang pemirsanya? Sebetulnya sih buat apa ambil pusing untuk su’udzon seperti itu kepada pihak penyelenggara TV swasta tersebut. Namun sempat terpikir pada saat HUT TRNS TV pada saat yang lalu, kasus dari sebuah kluarga dimana kakak beradik bertengkar berebut tunangan dengan orang yang sama, sampai digunakan sebagai kuis dan berhadiah mobil pula, apakah itu kejadian beneran dengan orang yang beneran?
Mungkin saja sih, si klien tersebut sudah menyetujui hal tersebut, tapi kalo saya sebagai klien nya, malu bangetttt kaliii.. problem kluarganya sampe di publish dan dijadikan kuis dimana nantinya akan ditebak oleh orang se Indonesia Raya, wiiii..
But so far, saya termasuk penggemar berat acara ini … terlepas dari reality show asli ataupun dibuat-buat.. heueheueheue..:D Bagemana dengan anda?
Filed under: televisi , pemirs, relity show, termehek-mehek, trans tv, TV
Recent Comments