September 15, 2008 • 7:51
Nunggu papa manasin mobil, duduk manis dan menyilangkan kaki sambil baca-baca koran di ruang tengah, cukup nyaman kurasakan pagi itu. Begaya seperti boss besar nunggu sopirnya nyiapin mobil, hehe.. piss ya Pa !
Iseng-iseng mataku tertuju di kolom iklan jitu di Jawa Pos, baca-baca iklan penyedia jasa baby sitter (meski ga ada niat mo nyari), satu persatu kolom iklan habis kubaca, dan what..??
———————————————-
Menawarkan ginjal, golongan darah AB, Pria usia 38 tahun
butuh uang, hub. 031xxxxx
———————————————-
Miris bacanya, sampe segitunya ya, orang rela menawarkan organ tubuhnya. Aku hanya terdiam dan bergumam dalam hati, apa karena sudah tidak punya barang berharga lain yang dia punya, sehingga dengan terpuruknya permasalahan ekonomi yang dia hadapi saat ini, dia rela menjual organ tubuhnya untuk sesuap nasi kluarganya.
Read the rest of this entry »
Filed under: share , diskusi, iklan, kehidupan, renungan, share, syukur
September 12, 2008 • 4:33
Ada seorang ayah yang setiap hari bekerja keras dan pulang larut malam. Bahkan seringkali di hari sabtu dan minggu pun ia bekerja. Suatu hari seperti biasa ia lembur lagi, dan pulang dengan tubuh lelah dan pikiran penat. Sampai di rumah ia menjumpai anaknya yang masih kecil menantinya di ruang tamu.
“Malam papa, bolehkah aku bertanya?”, tanya si anak.
“Mau tanya apa tho?”, dengan nada sedikit terganggu ayahnya menjawab, (maklumlah sudah capek).
“Papa, berapa gaji papa per jam?”, tanya si anak dengan hati-hati (takut dimarahi)
“Aduh ngapain sih kamu tanya begituan?”, hardik sang ayah.
“Maaf papa, saya cuma ingin tau…”
(berpikir sejenak) “Ya sudahlah, kira2 gaji papa satu jam nya 50 ribu”
“Oh”, jawab si anak, sejenak kepalanya tertunduk berpikir. Lalu dengan sangat perlahan si anak berkata, “Kalau begitu… bolehkah saya pinjam… 10 ribu saja papa…?”
Sang ayah pun bangkit amarahnya, “Jadi kamu nanya cuman mau pinjam uang? Sudah berani kamu ya nanya gaji papa cuman supaya kamu bisa pinjam uang untuk beli mainan tak berguna atau jajan! Cepat kamu masuk kamar dan tidur!” Read the rest of this entry »
Filed under: renungan , anak, bekerja, gaji, papa, renungan
Recent Comments